Pasang Filter Air Sendiri

Masalah air sumur yang kuning

Jika anda mengalami masalah air sumur yang kuning atau bahkan memiliki bau, maka anda senasib dengan saya. Saya tinggal di perumahan yang konon kabarnya dibangun diatas bekas persawahan. Akibatnya adalah air tanah bekas daerah sawah akan memiliki tekstur yang berlumpur.
Berikut ini pengalaman Saya dalam membeli kemudian memasang filter air sumur yang sederhana yang tentu saja sudah Saya sesuaikan dengan kebutuhan jenis filter air dengan kondisi air tanah di sumur Saya.

 

Mengatasi masalah air kuningan dengan filter

Sudah tentu filter air sumur adalah wajib jika perumahan tidak menggunakan jasa PAM, terutama yang menggunakan air tanah untuk kebutuhan sehari hari. Diantara berbagai macam filter tentunya menimbulkan pertanyaan sendiri untuk memilih filter mana yang cocok.

Apakah filter tersebut dapat dipasang dengan instalasi air sumur yang sebelumnya sudah terpasang terlebih dahulu?

 

Apakah pompa sumur air tetap dapat bekerja dengan adanya tambahan filter air sumur?

 

Bagaimanakah menempatkan filter air, sebaiknya sebelum toren atau sesudah toren air?

 

Mari simak pengalaman Saya, semoga ada hikmah yang dapat dipetik.

 

Tipe jenis instalasi pompa air sumur dan toren

Saya menggunakan tipe pompa air semi jetpump. Pompa air Saya benamkan di bawah lantai 1 (dasar) dengan tempat yang sempit hanya cukup memuat pompa air tersebut. Memang tujuan saya adalah supaya dapat ditutup dan tidak terlihat menonjol diatas lantai sehingga lebih rapi dan bersih.
Pompa air tersebut memiliki outlet ukuran pipa 3/4″ yang langsung terhubung dengan pipa 3/4″ ke toren yang berada di atas menara toren yang saya letakkan di atap lantai 2 (setara lantai 3), sehingga dasar toren kira-kira setara dengan level ketinggian dasar lantai 4, karena kaki menara berada di atas dak lantai 2 (setara lantai 3). Bisa terbayang jalur yang ditempuh air sumur hingga tertampung di toren adalah 9 m (kedalaman sumur) dari bawah permukaan, kemudian 2x tinggi lantai yaitu 7m, kemudian naik ke menara kira-kira 3,5m.
Bisa dibanyangkan bahwa Saya memaksakan untuk menggunakan menara air di atas lantai 2 semata-mata karena Saya menghindari penggunaan pompa tambahan yaitu pompa booster. Hal ini pertimbangannya adalah naiknya harga listrik PLN yang terjadi seiring berjalannya waktu. Ya, supaya lebih hemat saja.

 

Jenis Filter Air

Jenis filter air disesuaikan dengan kondisi air sumur yang akan di filter. Jika air tidak jernih dan berbau atau bahkan terdapat endapan logam berat maka diperlukan filter yang kompleks. Beruntunglah Saya, karena kondisi air tanah Saya yang notabene bekas daerah sawah adalah lumayan jernih dan hanya sedikit meninggalkan endapan lumpur kuning saja. Awalnya menggunakan sumur memang sempat berbau seperti bau lempung, namun seiring waktu semakin menghilang, hanya endapan kuning yang tidak pernah hilang. Sehingga dengan kondisi ini yang Saya butuhkan adalah filter sederhana saja.

Filter Air 10" merek PureTrex

Filter Air 10″ merek PureTrex

 

Petunjuk pemasangan filter air

Petunjuk pemasangan filter air

Secara umum filter air yang ada di pasaran adalah filter kompleks cirinya menggunakan tambahan pompa booster dan filter sederhana dengan catridge filter yang dapat diganti-ganti. Filter kompleks beragam harganya ada yang mulai 2 jutaan sampai diatas 5 juta, serem ya. Sedangkan, filter air sederhana harganya mulai 100 ribuan. Filter air sederhana ada yang berukuran 10″ dan 20″ sehingga catridge juga menyesuaikan panjangnya, ini marak dijual di toko-toko bangunan, harga catridge yang 10″ pun hanya sekitar 25 ribuan dan dapat digunakan hingga setengah tahun atau bahkan lebih tergantung pada kondisi air.
Pada suatu hari weekend pagi Saya sempatkan belanja filter ke salah satu supermarket toko bangunan dikota dekat tempat tinggal Saya. Dengan mempertimbangkan bahwa Saya menghindari penggunaan pompa booster tambahan maka hanya ada satu pilihan yaitu filter air sederhana. Beruntunglah toko bangunan yang saya datangi menyediakan housing filter air 10″ (kecil). Kemudian Saya sekaligus membeli catridge 4 buah, 2 catridge benang (untuk menyaring endapan), 2 catridge CTO (karbon, untuk menghilangkan bau). Kenapa Saya belinya banyak padah beli filter housing juga cuma satu dan catridge yang akan dipakai juga cuma satu. Jawabnya adalah untuk persediaan karena Saya malas untuk bolak balik ke toko bangunan, dan Saya memang punya kebiasaan “sedia payung sebelum hujan”, ini berlaku untuk stok paku, sabun dan sampai batu baterai sekalipun.

Filter dan catridge ini juga dapat dengan mudah didapatkan di marketplace langganan anda seperti Lazada dkk.

 

Pemasangan Filter Air

filter-air-dengan-catridge-benang-sebelum-digunakan

Dimanakah letak terbaik memasang filter air? Dengan hanya menggunakan satu pompa sumur saja, maka filter air Saya putuskan untuk Saya pasang setelah pompa dan sebelum toren air. Dengan model skema instalasi pipa air dalam rumah seperti yang telah Saya ceritakan di atas maka untuk alasan kepraktisan pemasangan dan perawatan (misal penggantian catridge) maka filter air Saya pasang di atas lantai 2 di dak dekat kaki menara toren.

Filter air terpasang di dak lantai 2

Filter air terpasang di dak lantai 2

Jika pompa ada di level lantai 1 (dasar) maka beban pompa adalah menyedot air dengan kedalaman 9 m, kemudian mendorongnya ke ketinggian 10,5 m. Ternyata dengan pompa semi jetpump beban tersebut ditambah dengan banyaknya tikungan (5 belokan siku L) pada instalasi pipa hingga mencapai toren air adalah bisa!

filter-air-dengan-catridge-benang-sebelum-digunakan

filter-air-dengan-catridge-benang-sebelum-digunakan

Filter air berada setelah pompa melewati 3 siku L pipa, kemudian setelah filter ada 2 siku L pipa lagi. Ukuran inlet dan outlet filter air ini adalah 3/4″ sama seperti ukuran outlet pompa air, jadi Saya pikir ukuran 3/4″ dan penempatan setelah pompa air adalah suatu prosedur pemasangan filter yang terbaik.

Silakan klik video berikut,

kegiatan-pemasangan-filter-air-sumur

 

Hasil Filter Air

Setelah seminggu maka lumayan bahwa kloset kamar mandi tidak mudah kotor menjadi kuning atau coklat. Air dapat lebih bersih dan dapat digunakan untuk memasak tanpa meniggalkan residu yang berlebih.

Setelah 1 minggu kondisi filter air cukup banyak menyaring kotoran

Setelah 1 minggu kondisi filter air cukup banyak menyaring kotoran

Author: Tiras

Seperti layaknya Sang Tokoh yang menjadi peran utama dalam sebuah panggung maka disini Saya akan menggunakan nama Tiras sebagai nama panggilan di situs ini. Tidak ada alasan khusus dalam hal ini, mungkin ada hanya saja hal itu tidaklah begitu penting. Silakan email ke contact@tirashop.com untuk korespondensi lanjut.

Share This Post On

28 Comments

  1. Penggunaan housing filter yang transparan bikin filter cepet berlumut.

    Kelemahannya itu.

    Post a Reply
    • Ya, setuju sekali. Namun punya kelebihan dapat diamati dari luar. untuk mengurangi berkembangnya lumut dapat ditutup dengan plastik hitam supaya cahaya matahari tidak menembus filter.

  2. Gan, kalo air tanah mengandung besi, cocok nggak pakai filter cara ini?

    Post a Reply
    • Halo Bayu, kalo air mengandung mineral berat saya sarankan menggunakan filter yang lengkap, terlebih lagi jika air juga berbau, sehingga dibutuhkan rangkaian filter tidak cuma satu seperti yang saya pasang namun perlu dirangkai 2 atau bahkan 3 filter dengan catridge yang berbeda sesuai dengan fungsinya, misal filter 1 (catridge benang)–>filter 2 (catridge carbon active).

  3. Pasang alat ini perlu bugdet berapa?

    Post a Reply
    • Total sekitar 150rb. Housing 125rb, filter benang 25rb.

  4. Terima kasih sudah share, cari pengalaman asli pengguna filter air jenis ini jarang sekali.

    Kebeneran pengen beli soalnya harga murah, dan fleksibel, mudah pemasangan dan perawatan, kalau yang besar (150cm, 3 jutaan) ribet banget untuk ganti media, dan proses pasang, rumah kecil pula.

    Dan air jet pump di rumah untuk di bagikan ke tetangga yang membutuhkan juga, karena air PAM sudah tidak mengalir 2 tahun. Jadi pasti media filter harus sering diganti, dan kalau yang filter kecil begini kan gampang dan cepat gantinya, dan murah cuma 10rb. hehehe.

    Ngomong2 tekanan air tidak berkurang ya? rencana mau pasang untuk yang bau besi dan filter ada 3 buah berjejer, takutnya mesin pompa tidak kuat mendorongnya.

    Post a Reply
    • Halo, pak Rian, saya pernah menggunakan filter karbon memang berbeda sekali dengan filter benang. Saran saya sebelum rangkai 3, coba tes dulu dengan filter karbon tersebut di 1 housing. Jika tekanan masih oke bisa dicoba seri beberapahousing

  5. Saya ingin pasang filter air dari pam yg bagus dan efisien pakai apa ya krn air pamnya msih belum standar/banyak endspan.tks.

    Post a Reply
    • pakai filter benang saja pak

  6. Hallo, kondisi pompa air dirmh saya berada di lantai 1, dan toren berada di dasar lantai 4. Kaki toren tingginya sekitar 50cm saja dr dasar lantai. Rencananya filter akan di pasang di lantai 3 (tmpt jemuran baju) spy kalau ada bocor ya bocornya di tmpt jemuran jd gak didalam rumah. Pertanyaan saya apa pompa air nya cukup kuat utk mendorong air melewati filter tabung di lantai 3 kemudian naik ke lantai 4? Kondisi air hanya kuning dan keruh tidak berbau. Apakah pakai filter benang saja sudah bisa menjernihkan warna air? Sebaiknya pakai brp tabung ya?

    Post a Reply
    • Melihat kondisi bapak maka, saya sarankan hanya 1 tabung dan cukup dengan filter benang.

      Dengan skematis tersebut maka hanya beda sedikit dengan yang ada di rumah saya (pompa -50cm lt.1, filter benang lt.3, toren menara ekuivalen lt.4). Harusnya sih bisa. pemasangan saya sarankan menggunakan water mur sebelum dan sesudah filter sehingga ketika debit air terlalu kecil masih bisa dipindahkan dan posisi filter dapat digantikan dengan pipa lagi. Atau pilihannya nambah booster.

      Filter benang ini saya gunakan 2 buah, sebelum toren dan sesudah.
      Kira-kira skemanya adalah
      – air masuk = pompa sumur (lt.1), filter 1 (lt.3), toren (lt.4)
      – air keluar = toren (lt.4), pompa booster (lt.3), filter 2 (lt.3), a.Pemanas air Wika (lt.3,5), b. Distribusi air dingin/keran

      Karena booster sering bikin keran pada bocor, maka seringnya malah kita bypass saja/jarang kita pakai (dengan mematikan saklar listrik pompa booster) dan distribusi air masih cukup walau sedikit kecil/natural

  7. Udah berapa lama sistem ini berjalan mas, ada kendala apa aja yang muncul? Penggantian filternya berapa kalai dalam setahun/sebulan?

    Post a Reply
  8. Halo Pak Tiras, saya sudah aplikasikan filter ini. Hasil nya di luar dugaan. Yang biasanya saya nguras bak mandi seminggu sekali, sekarang sepertinya akan jarang menguning bak mandinya. Saya aplikasikan filter tsb 1/2 meter dari outlet pompa. Menggunakan 3 catridge, 5 mikron, carbon active dan nefron manganese. Kemudian naik sekitar 4 meter ke torent. Pada torent saya aplikasikan level switch untuk pengendalian pompanya. Yang menjadi pemikiran saya, biaya listrik saya bengkak hampir 2x lipat. Yang biasanya 1 kali pompa aktif untuk mengisi toren 9 menit, sekarang setelah di aplikasikan filter hampir 20 menit. Kira kira apa ya Pak yang bisa di lakukan buat mengecilkan penggunaan listriknya.

    Memang, budget dan kwalitas sejalan.

    Post a Reply
    • Betul, pak dengan semakin banyak filter maka debit akan berkurang sehingga untuk sampai toren penuh maka memerlukan pompa yang nyala lebih lama tentu saja ini konsekuensinya listrik jadi boros.

  9. Kalo gk pake toren apa bisa pake 1 housing aja

    Post a Reply
    • Kemungkinan bisa tapi debit kecil sekali.

  10. Kalau berbesi pakai filter sedimen, filter mangan zeolit super, filter GAC

    Post a Reply
  11. Selamat Siang,
    di Mess saya, airnya kuning berbau, dn jika di diamkan di bak, tidak lama mengendap lumpurnya, ditoren sudah seperti comberan warna aernya, padahal baru dibersihkan 2 bln yg lalu, lumpurnya banyak sekali mengendap dibawah dan di dinding toren menghitam .
    sebelumnya tidak seperti itu, ttp karna di renov dan di bor lg 20meter jadi seberti itu,,
    posisi toren ada di loteng tidak ada lantai 1 atau 2..

    jika kasus seperti saya kira” bagaimana ya untuk jenis filternya dan harganya gan?

    Post a Reply
    • Halo, kasus bapak relatif berat, dapat air tanah dari akuiver yang mengandung banyak endapan, jika ini tidak kunjung berubah dalam kurun waktu lebih dari 1 bulan berarti akuiver ini tidak cocok diambil airnya.

      Namun, jika air berangsur membaik berarti air akuiver sudah layak digunakan.

      Solusi, sementara untuk kasus yang berat, tidak bisa menggunakan filter air yang kecil, jikapun dipaksakan maka harus menggunakan rangkaian seri housing filter yang banyak, tentunya dibantu dengan pompa booster. Misal, rangkaian terdiri dari 6 housing filter yang dipasang berurutan yang urutannya: filter sedimen1-> filter sedimen2-> filter carbon1 -> filter carbon2 -> filter benang1-> filter benang2.

      Hal ini perlu uji coba apakah debit yang dihasilkan jadi cukup atau tidak, jadi dari filter masuk toren1 (penampung pengendapan), kemudian dari toren1 ke toren2, baru dari toren2 inilah yang didistribusikan.

      sekian. salam.

  12. Pagi ijin nanya, kalau untuk pemasangan filter tanpa toren lokasinya sebaiknya sebelum atau sesudah pompa?

    Post a Reply
    • Tergantung pak. Kondisi airnya, bagusnya setelah pompa, tapi kalo kotor sekali, khawatirnya pompa jg jd mudah rusak.

  13. Halo pak. Bisa minta nomor WA utk konsultasi offline terkait filter air ?

    Post a Reply
  14. Pak mau nanya, kalo filter setelah pompa pasangnya, itu pompanya ga jebol pak? Karna kata penjualnya bisa jebol, bpk udah brp lama pompanya? Trmksh

    Post a Reply
  15. Halo pak…air dirmh sy keluar dr pompa terlihat bening…sdh masuk ketoren kelamaan menjadi kuning dan terasa ag asin…yg cocok pakai filter apa yah pak…kalau menggunakan filter air posisinya sebelum toren atau sesudah toren pak

    Post a Reply
    • Halo pak, maaf sangat lambat sekali responnya.
      Kuncinya adalah jika warna dan bau kasat mata adalah baik, maka cukup gunakan filter benang. Jika bau dominan, silakan gunakan filter karbon.

      Tempatkan sebelum toren setelah pompa tidak masalah.

  16. Klo filter ini di pasang setelah toren, & di distribusikan dg pompa booster, apakah mempengaruhi debit air pak?
    Klo misal kan jg di pasang setelah pompa boster bagaimana distribusi ny,?
    Trimakasih

    Post a Reply
    • Tergantung catridge yang digunakan, saya sendiri menggunakan catridge benang (paling ringan). Saya pasang 2 filter, sebelum & sesudah toren. Saya juga menggunakan booster, posisinya setelah toren, sehingga alurnya toren>booster>filter>distribusi. Cukup kencang, jika booster menyala (jika menggunakan flow switch pd booster, diatur sensitifitasnya. Biasanya kalo kurang sensitif harus 2 keran dl dinyalakan baru booster menyala). Namun, instalasi yang saya pasang terkadang jika saya sedang ingin hemat listrik maka booster tidak saya nyalakan, debit air pun cukup walau relatif kecil, untuk keperluan kecil seperti wudhu atau cuci piring sih menurut saya sudah cukup.

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: