Demam Tinggi saat Hamil, bahayakah?

Well, lama tak bersua, akhirnya dikoberin nulis lagi, lebih ke curcol….

hamil-demam

Saat ini kami (istri) lagi hamil 16 minggu, anak ke-2, hasil USG trismester pertama cukup bagus. Perkembangan bagus. Dikarenakan kami hamil dengan kondisi APS, dan ANA IF positif, maka, selain terapi Heparin kami juga baru kali ini diresepkan steroid (Prednisolone) kebetulan dokter kandungan berbeda dengan yang dulu, cari yang dekat.

Salah satu resiko dengan minum Prednisolone adalah sistem kekebalan sedikit menurun, terkait ANA tadi, karena dikhawatirkan kondisi autoimun ibu menyerang bayi. Tapi, rupanya selang sekitar satu mingguan, istri mulai terserang gejala, infeksi saluran kencing, buang air kecil sakit, pinggang sakit. Antara 3 sampai 5 hari kemudian demam tinggi 38,8 derajat C, yang disertai dengan rasa menggigil yang amat sangat luar biasa.

Usaha paling nyata adalah dengan pergi ke UGD/IGD rumah sakit, dengan harapan cepat ditangani. Namun, dikarenakan setelah berkonsultasi dengan dokter jaga, demam belum 1x24jam maka, tes darah belum begitu akurat, sementara belum dapat resep antibiotik. Diberikan obat menjaga lambung dan sedikit penurun panas.

Hari berikutnya terhitung hari ke-2 demam tinggi, akhirnya SMS ke dokter kandungan, dan mendapat respon jika demam, langsung saja tangani dengan obat apotek, yaitu Panadol Biru (3×1) dan Antibiotik CEFIXIME (2×1) selama 5 hari. Well, karena dokter kandungan yang memberikan resep maka kami sedikit tenang bahwa ini aman untuk kondisi ibu hamil.

Ini hari ke-4 sudah menunjukkan penurunan suhu ke normal, diiringi dengan penanganan kompres, dan pola makan yang sedikit-sedikit, dikarenakan jika terlalu banyak volume makannya, maka akan dimuntahkan kembali. Mandi air hangat kuku, juga cukup efektif menurunkan suhu tubuh, meski rasa enggan tentunya sangat luar biasa dikarenakan harus melawan rasa dingin yang luar biasa.

Hamil dengan APS sudah ditangani dengan Heparin, meski ANA positif jika resiko sakit lebih bahaya tampaknya kami harus berkonsultasi ulang dengan dokter, apakah masih perlu diteruskan penggunaan steroid Prednisolone ini, kami cukup PeDe tanpa steroid dikarenakan ini pengalaman kedua hamil dengan APS, setelah kehamilan pertama tidak ada perawatan dengan steroid namun, berhasil. Dibandingkan mudah terkena infeksi dan menjadi demam tinggi sangat beresiko untuk kesehatan janin. Semoga bayi terlahir sehat, tidak cacat dan tidak autism.

Jika, Anda ada pengalaman yang sama silakan tinggalkan komen, mungkin bisa memberikan pengetahuan bagi sesama bumil.

Author: Tiras

Seperti layaknya Sang Tokoh yang menjadi peran utama dalam sebuah panggung maka disini Saya akan menggunakan nama Tiras sebagai nama panggilan di situs ini. Tidak ada alasan khusus dalam hal ini, mungkin ada hanya saja hal itu tidaklah begitu penting. Silakan email ke contact@tirashop.com untuk korespondensi lanjut.

Share This Post On

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: