Kehamilan dengan APS

Diawali dengan keguguran

Setelah keguguran untuk kedua kalinya, dan akhirnya kehamilan yang ditunggu-tunggu itupun datang. Hal yang pertama sekali kami lakukan adalah langsung menghubungi Dokter Hematologi kami bukan dokter kandungan agar segera mendapatkan obat untuk masalah kekentalan darah, Prof Karmel, Hematolog kami mengharuskan untuk menjalani terapi suntik setiap harinya dengan Heparin 5000 IU/ml untuk suntik sebanyak 10ml per 12 jam.

ruang dokter karmel di rs cikini

ruang dokter karmel di rs cikini

Kami mengetahui kehamilan itu pada usia kandungan 5 minggu. Suntikan ini memang sangat berpengaruh kepada tumbuh kembang janin, jika kehamilan 2x sebelumnya tidak merasakan apa-apa seperti layaknya seorang wanita hamil, namun 24 jam setelah terapi suntikan dimulai  mual-mual tanda kehamilan mulai dirasakan. Dan beberapa hari kemudian selain rasa mual dan dan muntah ada lagi yang terjadi seperti sesak nafas, kesemutan dan perasaan limbung, stamina sangat menurun berjalan sebentar, lalu sesak napas, beraktivitas sebentar, lalu sesak napas dan mudah lelah, gejala tersebut mulai berkurang ketika memasuki trisemester pertama.  Tapi tidak perlu khawatir gejala yang berbeda mungkin akan dialami masing-masing orang, katanya sih tergantung bawaan baby-nya.

jadwal praktek dr karmel

jadwal praktek dr karmel

APS

menunggu giliran periksa karmel di rs cikini

Suasana menunggu giliran periksa prof karmel di RS PGI Cikini

APS sesuai yang pernah diceritakan di banyak media online dan di web ini juga.

APS sendiri ini bukan suatu hal yang baru di dunia kedokteran, sindrom ini ditemukan sejak 30 tahun yang lalu dan juga sering dinamakan sindrom Hughes, sesuai dengan nama penemunya. APS memang membahayakan kehamilan bila tidak ditangani dengan tepat, karena dapat menyebabkan keguguran berulang, pertumbuhan janin yang terhambat, kematian janin, preeclampsia (darah tinggi dalam kehamilan) gangguan irama jantung janin dan bayi premature. Tetapi tidak perlu khawatir APS ini tidak menular dan ada kemungkinan karena keturunan.

APS merupakan kondisi klinis yang khas karena adanya antibodi antifosfolipid dalam sirkulasi darah yang menyebabkan gangguan kehamilan dan penyakit trombosis (penyumbatan pembuluh darah). Pada penderita APS, tubuh menghasilkan antibodi sistem kekebalan tubuh terhadap membran sel. Dalam keadaan normal, antibodi bermanfaat untuk melawan kuman atau virus yang menyebabkan infeksi. Namun, di saat sistem kekebalan tubuh mengalami gangguan, antibodi tersebut akan menyerang tubuh sendiri. Antibodi ini diperkirakan terdeteksi pada 2% perempuan, yang dapat menimbulkan gangguan pada saat mereka hamil. Plasenta yang tidak berfungsi dengan sempurna merupakan penyebab utama komplikasi kehamilan yang berhubungan dengan APS. Dari penelitian ditemukan trombosis atau infark (kerusakan jaringan) pada 82% plasenta dari perempuan penderita APS yang janinnya meninggal. Pada prinsipnya, pengobatan bagi penderita APS ditujukan untuk menekan sistem kekebalan tubuh (prednison dan imunoglobulin), mencegah trombosis (heparin dan aspirin), dan meningkatkan aliran darah plasenta (aspirin), itu sebebnya mengapa terapi suntik heparin ini diperlukan disaat kehamilan, dan tingkat kesuksesan mencapai 95,5 persen. Selain juga terapi suntikan ini diyakini dokter tidak akan mempengaruhi proses kehamilan ataupun janin, sehingga seorang wanita penderita APS dapat mempunyai keturunan normal. 

Semangat hamil meski APS

antri ambil resep obat di cikini

antri ambil resep obat di cikini

Memang menghadapi kenyataan bahwa ketika hamil harus di suntik setiap hari memang tidak gampang. membayangkan aja kayanya udah ga sanggup. Tetapi ketika itu dijalani ternyata tidak seberat yang dirasakan. Tips nya mudah cukup hanya dilihat kerika proses penyuntikan dan tidak perlu dirasakan, untuk melakukan penyuntikan itu prosesnya cukup sederhana tinggal di cubit kulit perutnya, tusuk jarum ke kulit lalu suntikkan. Selesai…

Kalau ditanya sakit… jawabannya harus “TIDAK” paling tidak  kita mensugesti diri kita sendiri kalau  itu memang tidak sakit. Berdarah setelah di suntik itu hal yang biasa, memar dan bahkan bengkak itu merupakan hal yang normal, jadi tidak perlu khawatir dan tidak perlu takut.

“Keep Strong Mam” paling tidak  kita tahu bahwa kita akan dianugrahi seorang malaikat kecil, dan 9 bulan ini kita sedang dilatih untuk menjadi bodyguard yang kuat untuk dia nanti.

 

Author: Marge

Seorang yang tidak memiliki hobi yang serius dan cenderung monoton. Sedikit picky eatter tapi tidak begitu parah, kuning telur segala jenis masakan dari hati merupakan anti-food yang paling utama. Anyway, just another weirdo ..hehe...

Share This Post On

4 Comments

  1. Saya penderita APS, sy jd tambah semanhat menjalankan kehamilan saya searanh, Terimakasih untuk ceritanya,,,,

    Post a Reply
    • Semangat! Tetap iringi dengan doa.

  2. Saya juga penderita aps maaf mba bisa sharing karna saya juga rencana mau ke prof karmel. saya minta kontak whatssap nya mba

    Post a Reply
    • silakan email no WA anda ke email kami, ketika luang akan kami hubungi, atau bisa datang langsung ke Cikini/RSCM. Banyak juga teman prof. yang juga bagus dan bisa dijadikan sebagai alternatif.

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: