Xiaomi Mi5 Pro – Kepincut Ceramic Body (Review setelah 6 bulan)

Intro

Ditempat Saya bekerja, Saya mendapat fasilitas nomor selular dari kantor. Setelah bertahun-tahun Saya gunakan hingga saat situasi dimana krisis melanda perusahaan. Wajar saja jika perusahaan melakukan penghematan, biasanya diikuti kebijakan HRD yang pada umumnya melakukan jurus pamungkas yaitu PHK. Tapi, ditempat Saya bekerja PHK tidak cukup pamungkas, karena imbasnya perusahaan harus menanggung biaya pesangon. Bagaimana yang dilakukan HRD dalam situasi ini? Yup, tidak lain dan tidak bukan dengan membuat kebijakan yang membuat tidak nyaman karyawannya. Salah satunya dengan mengurangi bahkan menghilangkan fasilitas kantor. Dimulai dengan meminta pertanggung jawaban penggunaan nomor selular kantor. Dari data catatan penyedia layanan telekomunikasi muncul beberapa nomor yang sulit sekali untuk diklarifikasi sebagai penggunaan untuk kepentingan kantor. Misalnya, yaa..nomor-nomor si abang tukang ojeg online itu.

Well, maklum saja perangkat yang Saya gunakan yaitu iPhone 6 dan Nokia 720 yang berbasis Windows Phone. Nomor kantor Saya gunakan di iPhone dan nomor pribadi di Nokia. Berhubung Windows Phone bisa dibilang kurang suportif terhadap aplikasi ojeg online sehingga semua aplikasi ada di iPhone alias menggunakan nomor kantor, sedangkan Nokia yang berisi nomor pribadi prakstis hanya Saya gunakan untuk menelpon dan SMS saja. Kombinasi duo ini cukup membuat nyaman Saya dalam penggunaan sehari-hari hingga situasi seperti yang Saya ceritakan di awal terjadi.

Nokia 720 merupakan hape favorit Saya, entah semacam legenda saja meski tombol volume down sudah tidak bisa digunakan dan terkadang Windows Phone yang lahir prematur ini tiba-tiba freezed alias hang disiang bolong. Namun, teknologi layar yang vibrant dan bentuk tepi kaca layar yang rounded menambah keasyikan Saya untuk kembali menggunakan perangkat ini terlepas dari kekurangannya yang ada, “toh cuma untuk telepon dan SMS saja”, pikir Saya.

Sebagai informasi, Saya adalah orang yang paling jarang menelpon. Pertama, Saya sedikit memiliki teman yang sudi sekedar ngobrol via telepon. Kedua, Saya memang tidak hobi ngobrol di telpon, selain jadi boros pulsa juga karena Saya lebih memilih chatting dimana bisa dilakukan secara silent tanpa merusak atmosfir sekitar.

Nah, suatu sore ketika kebetulan kerabat menelpon ke nomor pribadi yaitu ke hape Nokia, ketika itu juga Saya menyadari bahwa Nokia Saya sudah benar-benar harus pensiun. Pasalnya, Saya dapat mendengarkan lawan bicara namun lawan bicara Saya tidak dapat mendengar sepatah kata pun yang Saya ucapkan. Oke! fix ini microphone hape pasti rusak.

Dengan segala situasi yang Saya alami tersebut maka Saya menjadi memiliki motif untuk mencari sebuah perangkat yang mampu Saya gunakan untuk kepentingan kantor dan kepentingan pribadi namun dapat memisahkan penggunaan pulsa keduanya.

Hape Terpilih

Entah secara kebetulan atau tidak sistem operasi favorit yang sering Saya oprek dulu merilis versi terbaru yaitu MIUI 8 yang berbasis Android Marshmello. MIUI ini memang eksklusif dikembangkan untuk perangkat besutan Xiaomi. Namun, seingat Saya ada beberapa gadget yang didukung oleh MIUI ini, selain Xiaomi ada Meizu.

Dikarenakan Saya masih memiliki iPhone 6, maka dalam benak Saya, idealnya hape yang dimensinya sama dengan iPhone 6. Panjangnya, tipisnya atau bahkan bentuknya kalau bisa merupakan copycat dari iPhone 6. Sehingga, sempat naksir dan research tentang Meizu dengan seri M nya. Bolak-balik channel-channel Youtube yang me-review dan membandingkan gadget ini.

Sayang, harga yang dibandrol cukup mahal dan ternyata meski bentuknya mirip namun ukurannya tetap berasa bedanya. Untuk harga hampir sama dengan harga iPhone Saya pada saat itu. Sehingga hal ini membuat Saya untuk mencari alternatif pilihan lainnya yang lebih miring atau minimal ukurannya hampir sama dengan iPhone 6. Mau tidak mau balik lagi ke Xiaomi. Dengan banyaknya video yang mengupas dan membandingkan hape flagship terakhir mereka yaitu Xiaomi Mi5 dengan iPhone maka, Saya terpikir untuk mencari tahu lebih jauh tentang hape ini.

Awalnya dari bentuk yang menurut Saya memiliki tombol home yang mirip dengan Samsung sudah membuat Saya ilfeel. Maklum, sejak awal Android mulai populer Saya sudah akrab dengan seri Samsung Galaxy S mereka, Saya gunakan, oprek, utak atik sana sini sampai bosen. Hingga Saya berkesimpulan bahwa Saya ini user yang harusnya tahu beres bukan producer atau programmer yang mana tidak perlu sejauh itu untuk melakukan oprekan-oprekan maut yang sangat menyita waktu itu. Singkatnya, saat itu Saya pensiun dari hape Android dan beralih ke Windows Phone. Setelah beberapa tahun Saya menggunakan WP dan merasakan bahwa sangat kurang dukungan aplikasinya memutuskan untuk mencoba iOS alias iPhone. Alhasil terjadi duet maut Nokia 720 dengan iPhone 6 tersebut. Duet ini terjadi dalam kurun waktu kira-kira 2 tahun.

…koq jadi ngelantur ceritanya…anyways

Seperti biasa untuk mengetahui sesuatu hal, yang Saya lakukan adalah mencari forum onlinenya untuk tahu lebih dalam mengenai gadget tersebut. Setelah research kecil-kecilan tersebut Saya makin mengetahui bahwa ada varian atas Xiaomi Mi5 yang disebut Xiaomi Mi5 Pro. Varian Pro ini memiliki setup processor yang lebih tinggi frekuensinya dan memiliki RAM 4 GB (berarti 1 GB lebih tinggi dari varian biasa) dan yang membuat Saya penasaran adalah bodi belakangnya yang dilapisi Ceramic. Ceramic? apa istimewanya??? Well, silakan lihat video Youtube dimana ceramic body ini bisa tahan gores sampai dibuat kesengsem ketika di-demo-kan ceramic ini tahan terhadap goresan gergaji, kikir ataupun alat perkakas keras lainnya. Wow!!

Pada saat itu Xiaomi sudah merelease varian baru dari Mi5 yaitu Mi5s dimana miliki RAM yang lebih gila lagi yaitu 6 GB namun dengan almunium bodi bak iPhone. Pikiran Saya yang sudah teracuni dan dibuat penasaran dengan bodi ceramic ini tetap jatuh pada pilihan Xiaomi Mi5 Pro Black Ceramic.

Beli dari online shop

Kulik sana sini untuk membandingkan harga di Tokopedia, Lazada dan toko online lainnya. Sebenarnya best-buy nya itu adalah Mi5 versi biasa, karena bandrolnya lebih miring sekitar 3 juta lebih sedikit. Lain halnya dengan Mi5 Pro yang dibandrol 2 jutaan lebih mahal yaitu sekitar 5 juta lebih bahkan hampir 6 juta.

Saya berfikir worth ga sih nambah 2 jutaan hanya beda selisih RAM 1 GB, prosesor yang cepetnya cuma lebih dikit dan storage 128 GB tapi punya Ceramic body?

Dasar otak sudah teracuni, akhirnya tekad sudah bulat untuk memboyong Ceramic body. Weekend Saya pesan, rupanya toko baru kirim pas weekdays karena weekend mereka tutup.

Silakan lihat video unboxing Saya disini, untuk melihat paket apa saja yang ada dalam box-nya. Ssstt, ini Saya beli via Tokopedia dan diantar dengan Go-jek lohh..cuma kena 15 ribu untuk satu wilayah dengan wilayah seller se-JABODETABEK.

Video Unboxing Xiaomi Mi5 Pro

Video Unboxing Xiaomi Mi5 Pro

Spesifikasi

Spesifikasi lengkap tidak akan Saya bahas disini, sudah banyak situs yang membahasnya seperti GSMarena. Yang ingin Saya tonjolkan disini yaitu perbedaan antara beberapa variannya seperti terlihat pada tabel berikut,

Perbedaan Varian Xiaomi Mi5

Perbedaan Varian Xiaomi Mi5

Sebenarnya masih ada 1 varian lagi yaitu Mi5s, namun Saya tidak akan membahasnya dikarenakan memang sudah banyak berbeda dari model aslinya, ibarat mobil sudah terkena facelift.

Software

MIUI 8, sudah lah, no doubt pakai modding Android yang satu ini, fiturnya segudang dengan estetika tingkat dewa (kata ABG jaman sekarang). UI/UX-nya memang dibikin mirip iOS yang tanpa apps drawwer bahkan dengan theme yang dapat didownload bisa sama persis seperti iOS dari bentuk icon dan wallpaper-nya sudah benar-benar hampir sama. Kenapa Saya menggunakan theme iOS ini, karena Saya juga pengguna iPhone jadi sudah familiar saja dengan bentuk-bentuk iconnya.

theme MIUI mirip sama iOS

theme MIUI mirip sama iOS. Jangan Salah ini Android hanya penampakan mirip dengan iOS.

MIUI 8 (Android Marshmello) yang baru release memiliki beberapa fitur-fitur luar biasa seperti dual apps, second space dan segudang fitur lainnya.

Dual Apps, memungkinkan kita memiliki dua aplikasi yang sama namun dengan akun yang berbeda. Misal, memiliki 2 Whatsapp dengan masing-masing nomor yang berbeda. Percayalah, ini merupakan fasilitas dari MIUI yang amat sangat berguna, ya salah satu sebabnya karena dual-sim ya harus bisa dual apps.

Second Space, semacam Workspace lah kalau di OS linux atau singkatnya semacam hape yang berbeda karena memang bisa membedakan tampilan, aplikasi dan data yang sama sekali berbeda. Misal, saat jam kantor hanya ada aplikasi email, office, pdf, dll. dengan tampilan wallpaper yang formal, data yang diakses pun terbatan pada data/foto yang berhubungan dengan kantor saja. Nah, ketika sampai dirumah, aplikasi-aplikasi kantor tersebut tidak ada lagi misal kita ganti dengan aplikasi-aplikasi game saja. Well, gimana ya…ah pokoknya gitu deh..hehe.Lihat video demo nya aja biar jelas, banyak koq di Youtube.

Fitur

Fitur tentu saja tidak lepas dari MIUI sebagai basisnya. Dulu pada awal-awal Saya ikutan keracunan ngoprek Android yang menjadi keasyikan adalah jika kita bisa menambahkan fitur yang tidak dimiliki oleh hape lain pada hape kita.

Namun, disini sebenernya Saya tidak akan terlalu banyak menyinggung fitur yang berdasarkan software tapi lebih kepada adanya hardware terntentu yang mana kita sebagai pemakai terkadang bertanya-tanya, “Buat apa juga ada ini, tidak pernah dipakai“. Nah, justru itu Saya akan memberikan ilustrasi kecil misalnya pada fasilitas adanya IR Blaster.

IR Blaster ini merupakan teknologi dimana hape ini dapat mentrasmisikan dan berkomunikasi dengan perangkat lain melalui sinar infra merah. Yang paling gampang yaitu menjadikan hape ini sebagai remote control. Ya! sebuah remote control untuk perangkat apa saja (Universal Remote Control) asalkan aplikasi yang kita gunakan memiliki database brand dan model perangkat yang ingin kita kendalikan. TV, AC, Stopbox, kipas angin dll. semua bisa kita kendalikan dari hape kita. Sebenarnya fitur ini dulu sudah pernah Saya nikmati waktu Saya menggunakan Samsung Galaxy Note 10.1 dengan aplikasi bawaannya yaitu Peel. Namun sekarang dengan Xiaomi Mi5 ini Saya menggunakan aplikasi SURE untuk dapat mengontrol seluruh AC dan TV dimana pun Saya temui. Pentingnya tuh disini, ketika Saya menginap disuatu hotel di Jogja, remote control TV hotel tersebut rusak, daripada ribut minta ganti dan betulin langsung saja dari hape bisa kita akses TV tersebut. Kebayangkan! dimanapun kita temui ada perangkat elektronik bisa kita kontrol tanpa musti nanya, “Woiii, remote-nya mana woi!?”.

Gesture

Ini merupakan bagian dari fitur juga sebenarnya. Ada satu hal yang menjadi favorit Saya menggunakan MIUI 8 ini yaitu, adanya gesture screenshot dengan menggunakan gerakan tiga jari geser kebawah. Ting! langsung deh hasil snap-nya bisa kita edit atau langsung share.

Masih kebayang dulu dengan perangkat Android atau bahkan iPhone sekalipun masih menggunakan kombinasi tombol (hard button) untuk mengambil screenshot. Semakin lama bikin tombol-tombol tersebut jebol.

Skor Antutu Dewa (VS iPhone 6 & 6s)

Beberapa reviewer mengatakan spek yang gahar yang dimiliki Xiaomi Mi5 Pro ini dapat mengalahkan beberapa perangkat lainnya. Sebagai bukti berikut video ketika Saya coba melakukan benchmarking bersama dengan iPhone 6 dan iPhone 6s.

Skor Antutu Xiaomi Mi5 Pro

Skor Antutu Xiaomi Mi5 Pro

Pada pengujian yang kesekian kalinya tampat render 3D dari Xiaomi Mi5 ini mengalami gangguan. Opini pribadi Saya sedikit bugs (blank color) terjadi di aplikasi Antutunya bukan dari hardware-nya.

skor antutu xiaomi mi5 pro

skor antutu xiaomi mi5 pro

Daya tahan baterai Mi5 Pro

Untuk versi Pro dimana prosesor dipatok pada putaran tinggi maka imbasnya adalah performa baterai. Namun, jangan kuatir, sebenarnya yang menjadi penyebab baterai boros adalah layar. Rule of thumb kemampuan baterai ini adalah 10% dapat digunakan dalam durasi selama 1 jam.

Jadi, meskipun faktornya banyak, MIUI secara default lebih memilih untuk melakukan “penghematan” dengan mengatur koneksi ataupun tingkat aktifitas aplikasi. Saya lebih senang baterai boros dibandingkan harus mengorbankan fungsionalitas.

Daya tahan baterai xiaomi mi5 pro

Daya tahan baterai xiaomi mi5 pro

Dalam penggunaan sehari-hari biasanya Saya melakukan charging saat Saya tidur dan melepasnya kira-kira jam 5 pagi saat mulai beraktifitas. Dengan penggunaan normal (non-gaming) ya seperti chatting, browsing, streaming video (Youtube), maka dapat bertahan sampai makan malam ketika hape ini mulai berisik menyampaikan status “low batt”.

Jika, dibiarkan lagi hingga benar-benar habis maka hape masih bisa menyala untuk beberapa jam hingga akhirnya benar-benar mati.

Tapi, secara praktikal adalah Saya lebih sering lupa untuk charge malam ketika Saya tidur, akhirnya pada Saya bangun mulai charging singkat selama 15 menit, lumayan untuk mempertahankan hape sampai tengah hari, hingga charge Saya lanjutkan kembali sebelum atau sesudah makan siang.

Intinya sih, Sama aja dengan iPhone terkadang Saya melakukan charging sehari 2x, karena Saya tipikal pengguna yang sering charge hape tanpa menuggu baterai kritis. Kadang 50% pun Saya charge jika Saya perkirakan Saya membutuhkan hape untuk aktifitas ekstra, misal meeting diluar kantor dimana Saya bakal sangat jarang menemui colokan listrik.

Penggunaan Outdoor

Tidak lama setelah meminang Xiaomi Mi5 Pro Black Ceramic ini, Saya mendapat tugas dari kantor untuk ke lapangan. Ya, lapangan yang Saya maksud adalah suatu daerah terpencil dimana terletak disebuah hutan dimana jaringan internet hanya 2G bahkah lebih sering “No Service”. Tanah yang berlumpur dan berpasir menambah medan ini sungguh ujian bagi hape yang masih belia ini. Karena tugas ini mendadak juga Xiaomi Mi5 Pro ini tidak sempat dipasangi pelindung seperti temper glass ataupun case apapun.

Cocok kah?

Well, kita mulai saja dari sinyal. Untuk masalah sinyal Saya rasa ini sangat terkait dengan OS yang dipakai yaitu MIUI 8. MIUI versi ini lebih agresif dalam menghemat baterai, alhasil didaerah yang termasuk kategori fakir sinyal hape ini seperti mati suri. Kalah dengan hape lain seperti ASUS atau SONY dimana dengan sinyal 2G saja pesan-pesan Whatsapp dengan mudahnya masuk. Sekali lagi ini opini Saya. Saya tidak curiga pada kualitas antena karena memang kekuatan sinyal yang diterima sama saja dengan yang didapat hape brand lain dilokasi yang sama. Misal, di ASUS ada 3 bar sinyal, di Xiaomi Mi5 Pro ini juga sama dapat 3 sinyal.

Berikutnya, setangguh apa sih dari goresan? Mengingat hape ini masih telanjang bulat, maka butiran seperti pasir dapat menempel. Hal ini juga karena Saya sering tempatkan pada saku tas kecil yang sering kali Saya bolak balik ambil untuk ngecek apakah dapat sinyal. Ternyata eh ternyata…dengan butiran halus pasir saja dapat membuat goresan yang halus juga di permukaan kaca hape kesayangan ini. Permukaan bodi belakangnya yang dilapisi ceramic pun dengan lamat jika dicermati ada sebuah goresan, alamak!!! Ya meskipun super tipis dan hampir tidak jelas, goresan ini tetap goresan.

Lesson learned-nya Jangan sekali-kali membiarkan hape ini tanpa casing atau pelindung khususnya bagian layar depannya. Hal ini menjadi wajib hukumnya untuk dipasangi temper glass. Teknologi Gorila Glass atau apapun yang diklaim dari goresan benda-benda yang dapat kita temui sehari-hari pun tidak mempan jika harus berhadapan dengan kerasnya hidup ini, eleuh..

Pasang Bumper Case by Luphie

Selepas kembali dari lapangan akhirnya Saya berusa untuk memasang temper glass sebelum baret di layar kaca depat bertambah. Kemudian untuk casing, Saya dihadapkan pada dilema bahwa jika tidak menggunakan casing maka resiko baret, namun jika dipasang casing, ngapain juga Saya beli yang versi ceramic, kan ketutup casing jadinya.

Solusinya, adalah bumper case, sehingga bagian belakang masih bisa terlihat dan tentunya tetap membuat hape terlihat tipis. Singkat cerita ketemulah dengan design bumper case yang diproduksi oleh Luphie. Bagaimana Saya memasang dan bentuk detil dari bumper case Luphie ini, silakan simak videonya disini,

Bumper Case Xiaomi Mi5 by Luphie

Bumper Case Xiaomi Mi5 by Luphie

Benar saja setelah menggunakan bumper case ini, maka hape lebih aman dan hati lebih tenang, tanpa mengorbankan kecantikan yang ada di hape ini, terbukti ketika tidak sengaja jatuh ada bekas dent kecil di bumper. Bayangkan jika tidak menggunakan bumper, maka bisa dipastikan bodi penyok atau bahkan kaca retak.

Bumper Case ini merupakan bumper case paling bagus untuk Xiaomi Mi5 menurut Saya. Sudah Saya buktikan sendiri ketangguhannya. Efek sampingnya karena bumper case ini berbahan metal maka jika kita sedikit kasar meletakkannya di meja maka terjadilah “bletak” dimana logam beradu dengan meja.

 

Camera boleh diadu

Untuk kamera dengan resolusi 16 MP tidak diragukan lagi kemampuannya. Fokus dapat cepat ditangkap dan yang paling Saya suka adalah shortcut akses kamera yang super cepat dengan cara menekan volume down 2x (seingat saya fitur ini perlu diaktifkan di menu settings). Jadi, untuk memotret kejadian momen-momen yang cepat dapat tercapai. Misal, ketika anak balita Saya sedang mood untuk tersenyum, dengan cepat Saya ambil Mi5 Pro dan tekan volume down 2x untuk mengakses aplikasi kamera dan tekan tombol volume down sekali lagi untuk mengambil gambar. Praktis Bukan?!

Tambah lagi, fitur dalam aplikasinya yang dapat diatur dan menyediakan beberapa mode termasuk mode manual, panoramic sampai low light menyempurkan kemampuan hape ini.

GPS yang ampun DJ!!

Satu hal yang membuat Saya kecewa pada perangkat ini hanyalah pada kecepatannya dalam menguci sinyal GPS.

Saya pengguna yang lumayan sering memanfaatkan fitur GPS misalnya pada aplikasi Waze, Maps dan LINE HERE. Situasi dimana ketika kita sudah siap dibelakang kemudi dan siap meluncur, namun memerlukan informasi rute dan menggunakan Waze, dimana sinyal GPS nyambernya super lama membuat awal perjalanan menjadi ga asyik. Yang ada kita sudah OTW tapi Waze masing pusing ngejar-kejar GPS yang entah bisa nyangkut apa ga. Bisa Anda bayangkan situasi seperti ini kan???!! Haree geenee..

Terutama ketika Saya dan pasangan untuk janjian jemput dengan memanfaatkan aplikasi LINE HERE untuk dapat mengetahui posisi masing-masing secara realtime, yang ada Saya sudah sampai tapi pasangan mengira Saya berada di pedalaman Afrika, ya serius karena posisi di LINE HERE Saya tampak berada di benua Afrika!!!

Untuk meredam gejala akut fakir GPS ini Saya menggunakan aplikasi obat GPS yaitu GPS Status (kemudian download update modul A-GPS) dan GPSfix.

Well, disini Saya ogah untuk repot-repot melakukan rooting, oprek mengganti file konfigurasi GPS yang ada di folder root hape ini, karena prinsip Saya sekarang adalah sebagai user ngapain kalo masih harus repot dan buang waktu. Hal ini harusnya dianggap serius oleh siempunya produk ini yaitu Xiaomi. Ayo..buruan mi..benerin tuh..seluruh dunia udah komplen

Bersahabat dengan Bolt 4G LTE

Selagi nomor kantor masih mendekam di iPhone 6, maka Xiaomi Mi5 ini didiami oleh nomer pribadi Saya. Masalahnya jika langganan internet dari nomer pribadi Saya harganya sangat tidak bikin hepi.

Alhasil kemampuan dual SIM hape ini mengobati hati Saya jadi hepi lagi. Pasalnya, kartu Bolt 4G LTE dari modem unlimited Saya bisa dipindah dan dipasangkan di hape ini dengan sedikit pengaturan di APN nya. Alhasil, tandem Bolt 4G sebagai penyedia internet super duper kenceng dengan nomor pribadi menjadikan hape ini super duper powerful.

Menjadi Gadget utama

Nah, ini bagian yang sebenernya ga enak diceritakan. Masih belum lekang dari ingatan tepatnya di minggu ini Saya menjadi korban pencopet di KRL Komuter. iPhone 6 Saya raib digondol pencopet yang menurut berita sih komplotan pencopet dari Parung Panjang.

Akhibatnya, Xiaomi Mi5 Pro ini memang sudah ditakdirkan untuk menjadi hape pamungkas Saya sekarang. Nomor kantor dan nomor pribadi bersanding dalam satu hape. Akhirnyaa…

Lost Mode

MiCloud kepunyaan Xiaomi memang bagai saudara kembar iCloud-nya Apple. Jika ketika Saya kehilangan iPhone 6 Saya, kemudian Saya aktifkan mode Lost Mode pada iCloud supaya setidaknya hape tersebut tidak dengan mudahnya dijual ulang. Worst case, dikanibal partnya. Meskipun banyak beredar video bypass Lost Mode iCloud tapi rupanya rata-rata adalah scam.

Untungnya Xiaomi juga punya teknologi yang sama dengan Apple, uhhh senangnya. Peace Of Mind aja sih..hehe..ya semoga sih ga ilang lagi yaa..

Dengan model storage yang built-in ini juga menjadikan device kita tidak dapat di-hack diluar enkripsi. Bayangkan jika semua data ada pada sdcard terus jika ilang bisa diakses seenaknya oleh pihak yang tidak bertanggung jawab (baca: Jahat!)

Masih layak dibeli di tahun 2017?

Nah, bagian ini singkat saja karena Saya udah cape  nulis hampir 4 jam (busyet deh, ini tesis aja ga kelar-kelar, bisa ngeblog 4 jam) maka jawabannya adalah layak!! Jika, Saya boleh memilih maka Saya akan memilih varian Mi5 biasa, alasannya adalah selisih 2 juta bisa dipakai untuk nabung beli Smart Watch …doenk

Bagi Anda yang kebetulan sedang mempertimbangkan untuk membeli hape baru. Saya sangat merekomendasikan hape ini.

 

Author: Tiras

Seperti layaknya Sang Tokoh yang menjadi peran utama dalam sebuah panggung maka disini Saya akan menggunakan nama Tiras sebagai nama panggilan di situs ini. Tidak ada alasan khusus dalam hal ini, mungkin ada hanya saja hal itu tidaklah begitu penting. Silakan email ke contact@tirashop.com untuk korespondensi lanjut.

Share This Post On

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: